Napas

Isi Dunia.

Sunday, November 22, 2015

Warisan Dan keadilan Part two

Ok teman , kita sambung lagi cerita nya tentang warisan dan keadilan bagian kedua nya ya.  Tidak lama berselang, saya menikah datang lah kakak ku kerumah itu. Rumah yang saya tinggali , awal nya kita bisa berkomunikasi dengan baik . tidak lama kemudian keadaan memburuk . secara tidak langsung kakak ku menyerakahi rumah warisan peninggalan orang tua ku. Mereka mulai menyindir istri dan anak ku di saat aku tidak ada di rumah itu . setiba sore hari nya aku sudah pulang dari kerjaan ku, istri ku menceritakan semua nya yang di bilang oleh mereka berdua . lalu aku langsung mendatangi mereka berdua, dengan wajah ku yang merah . aku tidak bisa habis pikir mengapa kejadian nya begini , seorang kakak yang sangat tega berbuat kepada adik kandung nya sendiri .aku meminta keadilan kepada Tuhan , mengapa nasib ku begini.

   Orang tua ku disana mungkin menangis melihat anak- anak nya tidak akur gara- gara harta warisan. Semua kakak - kakak ku mendapat kan bagian nya masing- masing , sementara harta ku sudah ku berikan demi kesembuhan penyakit ibu ku. Karena ku pikir , setelah aku menikah nanti aku bisa tinggal di rumah orang tua ku dulu.  Dan sekarang , mereka hidup dalam kesenangan dengan harta peninggalan orang tua ku . Sementara aku hanya tinggal dirumah ibu mertua ku. Aku memohon padaMu ya Tuhan , berilah aku keadilan . Aku tidak akan ikhlas melihat saudara- saudara ku senang di atas penderitaan aku dan istri ku . Ini lah sepenggal kisah hidup ku , Menempuh Hidup Yang baru bersama istri dan anak ku.




No comments:

Post a Comment